Kamis, 27 Mei 2010

Berhenti Merokok itu Mudah

"Sebenarnya aku ingin berhenti merokok, tapi kayaknya tidak mungkin, susah..."
mungkin hal ini sering kita dengar di kalangan rekan2 kita yang merokok. Pada dasarnya para perokok itu sadar pengaruh rokok bagi kesehatan tubuh (mungkin juga kantongnya), namun memanglah tidak mudah untuk memhentikan sebuah kebiasaan. cara efektif menghentikan kebiasaan adalah membuat kebiasaan baru yang lainnya.

Dulunya saya juga seorang perokok, belum begitu berat sih (hanya 1-2 bungkus sehari). Pada masa parahnya (menurut saya), pernah berprinsip tidak makan tidak masalah yang penting bisa ngrokok, jadi makan sehari sekali(maklum MMPP/Mahasiswa Modal Pas-Pasan), tapi rokok jalan terus.
suatu ketika beberapa teman dan murid saya meminta tips berhenti merokok. saya bilang bahwa saya merubah cara berpikir saya tentang rokok. rokok bukan utama, "lebih baik makan dari pada rokok", dan seberat apapun saya menjadi perokok, saya tidak akan pernah mengijinkan diri saya untuk menjadi BUDAK ROKOK. tapi bukan itu inti dari hal yang ingin saya sampaikan. kendatipun seberapa berat anda mendapat label perokok, ANDA DAPAT BERHENTI MEROKOK.

mudah ataupun tidaknya anda berhenti merokok dapat di cek.
cobalah ingat "kata pertama" secara spontan dari masing-masing pertanyaan ini:
1. apakah anda ingin berhenti merokok?
2. kapan anda berhenti merokok?
3. mudah atau susah untuk berhenti merokok?

tiga pertanyaan sederhana ini bisa jadi dapat memberikan parameter pada diri anda.
jika pertanyaan 1 anda menjawab "ya", pertanyaan 2 menjawab "sekarang/secepatnya", pertanyaan 3 menjawab "mudah",maka berbahagialah anda, artinya anda mempunyai keinginan kuat untuk lepas dari kebiasaan merokok anda. Tinggal anda berkonsisten dengan perilaku anda untuk memulai kegiatan berhenti merokok.
jika anda menjawab sebaliknya, maka anda perlu usaha yang lebih kuat untuk berhenti melakukan kebiasaan merokok anda. (bukan berarti anda tidak bisa lepas dari kebiasaan merokok).

dalam tulisan ini juga saya sertakan tips lain untuk berhenti merokok.

1. Yakinkan diri bahwa berhenti merokok sama sekali tidak sia-sia. Pikirkan kualitas hidup yang lebih baik jika bebas dari asap rokok dan cepat mati jika terus merokok.

2. Rencanakan sebuah tanggal sebagai hari-H berhenti merokok. Sebelum sampai pada tanggal itu, singkirkan asbak, korek api, dan hal-hal yang bisa memicu Anda kembali merokok. Baru setelah tiba pada tanggal itu, berhentilah merokok sama sekali.

3. Rencanakan kegiatan untuk tanggal itu. Misalnya pergi ke tempat-tempat yang terdapat "no smoking area", atau pergi berolahraga.

4. Buatlah daftar orang-orang yang mendukung usaha Anda berhenti merokok, dan mintalah dukungan moril dari mereka.

5. Untuk mengatasi gejala putus zat, santaplah makanan rendah kalori dan banyak minum air.

6. Lawanlah godaan untuk merokok, meski hanya satu hisapan saja. Satu hisapan akan mudah diikuti dengan hisapan-hisapan lain, dan upaya keras Anda akan jadi sia-sia.

7. Kalau Anda hampir menyerah, tundalah sepuluh menit lagi. Hasrat yang kuat itu akan padam. Kalau masih ingin merokok, tariklah napas dalam-dalam melalui mulut, lalu keluarkan secara perlahan dengan menyempitkan bibir Anda. Ulangi 5-10 kali.

Selasa, 17 Februari 2009

Harus kaya nih ye!!!

Meminjam judul buku aa gym ”saya tidak mau kaya, tai harus kaya”. Lalu kenapa harus kaya?
Dalam postingan saya yang lalu ”hikmah puasa” telah sedikit kita singgung tentang wajib lapar(puasa) sebulan penuh. hal ini menunjukkan tentang pembelajaran dengan sistem ”learning by doing”, bukan kita belajar untuk menjadi insan yang kekurangan, senantiasa dalam kelaparan, namun merasakan rasa lapar agar kita lebih bisa berempati pada orang-orang yang dalam keadaan terhipit keadaan miskin dan lapar. Perlu segera saya garis bawahi, bentuk empati ini bukan memberikan makanan yang sekali lahap hilang. Namun lebih pada sarana dan prasarana untuk mereka mampu menghasilkan makanan itu sendiri. Ajarkan mereka membuat pancing dan sediakan alat serta bahannya, dan bimbing mereka menghasilkan mendapatkan ikan dari pancing tersebut.
Hal tersebut adalah ilustrasi sebuah program pemberdayaan sebagai bentuk empati kita.
Lalu, hubungannya dengan kaya?
Ilustrasi tersebut menggambarkan keKAYAan hati kita untuk mau berbagi dengan sesama yang membutuhkan, tidak bisa dinafikan bahwa untuk melaksanakan program-program kemasyarakatan ini kita butuh keKAYAan dalam bentuk harta. Seperti perintah tuhan kita untuk berjuang dengan harta kekayaan dan jiwa/tenaga.
Jadi memang harus kaya nih ye...


Senin, 02 Februari 2009

nothing free! tapi hidup ini indah!

hidup ini indah. bagaimana tidak?
sampai sekarang kita masih diberi kekuatan (sampai anda bisa membaca tulisan ini), kesekatan dan keselamatan.
inilah bentuk kemurahan Tuhan. pernahkah kita meminta tangan? sehingga anda bisa memegang mouse dan keyboard untuk melanglang buana di dunia maya. pernahkah anda meminta kaki? sehingga anda mampu berjalan menuju tempat-tempat yang indah, kampus, swalayan dll? pernahkan anda meminta kedua mata anda yang indah? sehingga anda bisa melihat indahnya dunia?
udara yang bebas kita hirup setiap detik ini pernahkah kita hiraukan? dari mana dan dari siapa? bayangkan, seandainya anda diminta untuk membayar Rp.1,- saja setiap anda menghirup, berapakah yang harus anda keluarkan?
walaupun sebenarnya nothing free, bukan dengan rupian apalagi dolar anda membayarnya. cuma rasa syukur anda. sudahkah membayarnya? hidup ini indah!